Audrey Bellyana
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Praktik dan Tantangan Manajemen Mutu dalam Pendidikan Pesantren: Tinjauan Literatur Sistematis Audrey Bellyana
Journal of Policy Review and Innovation in Educational Management Vol. 1 No. 2 (2026): Juli 2026: Journal of Policy Review and Innovation in Educational Management (P
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/priem.v1i2.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik serta tantangan manajemen mutu dalam pendidikan pesantren di Indonesia melalui tinjauan literatur sistematis. Pendekatan Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk menelusuri, menilai, dan mensintesis hasil-hasil penelitian terkait yang diterbitkan pada periode 2018–2025 dan terindeks SINTA minimal 5. Sumber data utama berasal dari Google Scholar, dengan kriteria inklusi berupa artikel yang membahas praktik dan tantangan manajemen mutu pesantren, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Dari 100 artikel yang ditelusuri, terpilih 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan kualitas studi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa praktik manajemen mutu di pesantren meliputi perencanaan mutu pendidikan (visi, misi, tujuan strategis), pelatihan dan pengembangan profesional guru, pelaksanaan monitoring dan evaluasi mutu secara berkala, keterlibatan stakeholder, serta penerapan manajemen mutu terpadu (TQM). Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan dana, serta ketidaksesuaian antara tradisi dan tuntutan modernisasi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun praktik manajemen mutu telah diimplementasikan secara sistematis di berbagai pesantren, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya, dukungan stakeholder, dan kemampuan institusi dalam beradaptasi dengan perubahan. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengelola pesantren untuk memperkuat kolaborasi, pengembangan SDM, serta inovasi dalam penerapan manajemen mutu pendidikan