Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kegunaan modul digital pada pokok bahasan himpunan yang dirancang berlandaskan pembelajaran berbasis masalah (PBL) guna menunjang kecakapan representasi matematis para mahasiswa. Penelitian ini tergolong dalam jenis penyelidikan dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan menerapkan pola pengembangan ADDIE yang mencakup lima fase, yakni Analisis, Perancangan, Pengembangan, Penerapan, dan Penilaian. Subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa tingkat satu pada semester ganjil, yang secara langsung berperan sebagai pengguna modul dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data mengenai kepraktisan dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket kepraktisan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bahan ajar digital yang mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada topik himpunan tergolong dalam klasifikasi amat praktis. Hasil N-Gain menunjukkan bahwa kemampuan representasi kelas berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul yang dikembangkan tidak hanya mudah digunakan dan dipahami oleh mahasiswa, tetapi juga mampu mendukung keterlibatan aktif mahasiswa dalam pembelajaran matematika berbasis masalah. Abstract This investigation endeavors to scrutinize the functional applicability of an electronically crafted module concerning set theory, meticulously architected upon the tenets of problem-oriented pedagogy (POP), with the principal objective of augmenting learners' proficiency in mathematical articulation. The inquiry is methodologically situated within the paradigm of investigative elaboration (I&E), employing the ADDIE architectural framework encompassing five sequential phases: analytical scrutiny, schematic formulation, constructive assembly, practical deployment, and evaluative assessment. The participants encompassed thirty neophyte scholars during the inaugural academic term, who served as direct beneficiaries of the instructional implementation throughout the pedagogical process. An evaluative questionnaire was deployed. Analytical scrutiny of the accumulated metrics reveals that the problem-oriented electronic module about set theory achieved within the classification of superlative practicality. The normalized gain indices demonstrate that the representational competencies reside within the intermediate stratum. This empirical evidence substantiates that the formulated module is not merely facile in utilization and cognition for scholars but also efficacious in fostering dynamic engagement within problem-centric mathematical tutelage.