Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAN DEMONTRASI CARA PEMBUATAN MPASI MENURUT ANJURAN KEMENKES GUNA MENURUNKAN ANGKA STUNTING DI DESA KARANGKEMIRI Nur Aliya Widodo; Aditya Delvira Sariatma; Barito; Dwi Ari Mardiyono; Efi Nur Farianti; Erma Ratna Millani; Farinda Trilistianingrum; Hana Devi Oktavia; Liana Asri Wulandari; Yusuf Junaedi; Aning Fitriana
Perwira Journal of Community Development Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v5i1.457

Abstract

Permasalahan anak pendek (stunting) menjadi salah satu permasalahan gizi di Pemerintah Indonesia, Stunting merupakan status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek) dan <-3 SD (sangat pendek). Faktor Stunting disebabkan masih minimnya pengetahuan ibu tentang gizi, berdampak pada penurunan kecerdasan dan kerentanan terhadap penyakit. Upaya pencegahan stunting dengan pemberian Makanan Pendamping (MPASI) khususnya pada periode golden age usia 6-24 bulan. Sehingga Tujuan utama dari Pengabdian Masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu terkait pola asuh yang baik dan benar dalam pemberian MPASI. Penyuluhan dilakukan dengan metode sosialisasi dan demostrasi pembuatan MPASI, hal ini dilakukan agar audiens dapat berdiskusi langsung, tanya jawab dan partisipasi aktif. MPASI yang diberikan harus menyediakan nutrisi tambahan bertujuan memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sedang bertumbuh. Kegiatan ini dilakukan di Posyandu Desa Karangkemiri, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga perserta terdiri dari Kader Posyandu serta Ibu-ibu yang memiliki balita. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang MPASI dan stunting dapat berdampak positif pada pengetahuan ibu dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya nutrisi yang memadai bagi anak-anak
Pengaruh SPI, SAKD, SAP dan Transparansi terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga Nur Aliya Widodo; Anastasia Anggarkusuma Arofah; Destin Alfianika Maharani
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ekonomi dan Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2025): Juli : Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/prosemnasieda.v2i2.124

Abstract

This study aims to empirically examine the influence of the Internal Control System (SPI), Regional Financial Accounting System (SAKD), Government Accounting Standards (SAP), and Transparency on the quality of financial statements in the Regional Government of Purbalingga Regency. The problem of the quality of financial statements is still an important issue in regional financial management, because quality financial reports not only function as a form of accountability to the public, but also as a basis for strategic decision-making for local governments. The research method uses a quantitative approach with questionnaire instruments distributed to 61 respondents, consisting of local government officials involved in the process of preparing financial statements and have met the research criteria. Data analysis was carried out using the inner model and outer model approaches, which resulted in an R-square value of 0.743 for the financial report quality variable. This value shows that the independent variables in this study were able to explain 74.3% of the variation in the quality of financial statements, while the rest was influenced by other factors outside the research model. The results of the analysis show that the SAKD and Transparency variables have a significant influence on the quality of local government financial statements. This confirms that a good financial accounting system and transparency in public budget management are the main factors that can improve the reliability, relevance, and accountability of financial statements. On the other hand, the SPI and SAP variables did not have a significant effect, which shows that the implementation of both still needs evaluation and improvement in order to make a real contribution to the quality of financial statements.