Abtract: This research examines the methodology of interpretation by comparing the book of Tafsir Marāḥ al-Labīd by Sheikh Nawawi al-Bantany with the book of Tafsir Jalālayn by imam Jalaluddin al-mahalli and imam Jalaluddin as-Suyuthi. The method in this study fully uses the library research method, all data is taken from library literacy which consists of primary data and secondary data. This writing aims to find out the similarities and differences in methodology between Tafsir Marāḥ al-Labīdand Tafsir Jalālayn. The way of interpreting Tafsir Marāḥ al-Labīdis called the tahlili method (analysis) with the style of tafsir bil ma'tsur, while Tafsir Jalālayn uses the ijmali method, which is written by directly explaining the word from the perspective of its sharaf, not at length, explaining the meaning of the word or muradif of the word if it has not been known or containing a certain meaning with the pattern of tafsir bi al-Ra'yi. Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang metodologi tafsir dengan membandingkan Tafsir Marāḥ al-Labīd karya Syekh Nawawi al-Bantani dan Tafsir Jalālayn Karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Penelitian ini menggunakan metode library research, dengan mengumpulkan data dari literatur kepustakaan yang terdiri dari data primer dan sekunder. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan metodologi antara kedua kitab tafsir tersebut. Tafsir Marāḥ al-Labīd menggunakan metode tahlili dengan corak tafsir bil ma’tsur, yang menekankan pada penafsiran berdasarkan hadis dan riwayat. Sedangkan Tafsir Jalālayn menggunakan metode ijmali, yaitu penjelasan singkat mengenai makna kata atau frasa, dengan corak tafsir bi al-ra’yi, yang lebih mengutamakan penalaran rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perbedaan prinsipil dalam pendekatan tafsir antara keduanya, serta kontribusinya terhadap pemahaman teks al-Qur’an dalam konteks tradisional.