Ratna, Neng Evi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI TAKSONOMI MORFOLOGI DAN MORFOMETRIK IKAN GABUS (Channa striata), IKAN BELIDA (Notopterus chitala) DAN IKAN TOMAN MERAH (Channa marulioides) di PERAIRAN SUMATERA SELATAN BESERTA UPAYA PELESTARIANNYA Rosalia, Ayang Armelita; Ratna, Neng Evi; Silviya, Silviya
Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jppk.v2i2.90836

Abstract

Ikan gabus (Channa striata), ikan toman merah (Channa marulioides), dan ikan belida sumatera (Notopterus chitala) merupakan beberapa jenis ikan air tawar yang hidup di perairan Sumatera Selatan dan tergolong kedalam ikan endemik. Banyaknya permintaan masyarakat terhadap ikan ini sebagai bahan baku dalam pengolahan makanan seperti pempek dan kerupuk menjadikan produksi kegitan tangkapan pada jenis ikan ini mengalami peningkatan sehingga mengancam terjadinya penurunan  tingkat populasi ketiga ikan endemik ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi taksonomi, morfologi serta morfometrik pada ikan gabus, ikan toman merah dan  ikan belida sumatera untuk memperoleh informasi pola pertumbuhan ikan endemik ini, guna mendukung  kelestarian khususnya di sektor perikanan. Metode yang digunakan adalah kepustakaan atau studi literatur dengan mereview hasil penelitian terahulu dari berbagai jurnal, artikel yang mendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa  terdapat beberapa perbedaan mengenai taksonomi antara ketiga ikan tersebut, dimana pada ikan gabus dan toman termasuk dalam keluarga Channa sedangkan pada ikan belida masuk dalam keluarga Notopteridae. Karakter  morfometrik antara ikan betina dan jantan pun terdapat beberapa perbedaan yang medasar. Beberapa upaya agar dapat menjaga kelestarian ketiga ikan endemik ini dari ancaman kepunahan, diantaranya dengan melalui suaka perikanan, rehabilitasi lingkungan dan modifikasi habitat, serta menyusun regulasi penangkapan ikan.