Yeni Maifa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI POHON MAGROVE (STUDI KASUS DESA TANJUNG KERAMAT) Yeni Maifa; Rasyidin Rasyidin
AL - BAY' : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 2 No 1 (2022): Al-Bay': Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/albay.v2i1.3783

Abstract

Penulis menalaah bagaiman Praktik jual beli pohon mangrove di desa Tanjung Keramat dilakukan secara adat tanpa melihat dasar hukum jual beli dalam Islam. Dalam akadnya masing-masing pihak pembeli tidak memberi penjelasan Pembeli hanya mengatakan akan menebang pohonnya nanti dalam waktu beberapa hari setelah akad tetapi ternyata jangka waktu penebangannya tidak sesuai dengan akad bahkan sampai berbulan-bulan. Alasan pembeli menunda penebangan yaitu karena merasa belum membutuhkan pohon tersebut dan masih banyak memiliki stok batang mangrove. Tujuan dari peneliti ialah untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli batang mangrove di desa Tanjung Keramat, dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik jual beli batang mangrove di desa Tanjung Keramat. Jenis penelitian lapangan yang mana sumber data primer yang diambil adalah observasi langsung ke desa Tanjung Keramat kemudian penulis mewawancarai dua orang perangkat desa dan masyarakat yang terlibat. dengan penelitian ini. Hasil penelitian praktik jual beli pohon mangrove ini ialah transaksi jual beli yang dibayar secara kontan dan dibeli dengan cara borongan tanpa melihat atau menghitung berapa banyak jumlah atau ukuran kayu yang berada di dalam tambak masyarakat serta pengambilan barang dan pemotongan pohon ditunda sampai berbulan-bulan. Perspektif hukum Islam bagaimana praktik jual beli pohon mangrove, objeknya harus jelas dari segi akad maupun materi objek, harus diketahui ukuran dan kriteria, jual beli pohon mangrove ini tergolong jual beli yang terdapat ketidakjelasan pada akad.