Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK BAHASA MEDIA SOSIAL TERHADAP EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI Desa wonokerto Diah Puspa Ningrum; Siti Nur Alfiani; Bima Junio Wijaya; Imelsha .
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 9 No 2 (2026): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v9i2.4062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan bahasa media sosial terhadap eksistensi Bahasa Indonesia di Desa Wonokerto. Perkembangan media sosial memengaruhi pola komunikasi masyarakat, terutama dalam penggunaan bahasa tidak baku yang berpotensi memengaruhi sikap dan kebiasaan berbahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui observasi penggunaan bahasa pada media sosial masyarakat Desa Wonokerto serta wawancara mendalam dengan informan yang terdiri atas remaja dan orang dewasa. Data penelitian berupa data kualitatif yang mencakup penggunaan bahasa gaul, singkatan, akronim, campur kode, alih kode, dan penggunaan Bahasa Indonesia baku. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh dari observasi dan wawancara, serta data sekunder berupa jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa media sosial di Desa Wonokerto didominasi oleh bahasa tidak baku, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, dan memengaruhi kebiasaan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Bahasa Indonesia tetap digunakan secara konsisten dalam ranah formal seperti pemerintahan desa dan pendidikan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa media sosial memberikan dampak ganda terhadap eksistensi Bahasa Indonesia, yaitu berpotensi melemahkan kepatuhan terhadap kaidah bahasa baku, tetapi tidak menghilangkan fungsi dan keberadaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional di Desa Wonokerto