Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Kerentanan Psikologis Korban Judi Online dalam Film (No More Bets): Perspektif Psikologi Sosial Digital dan Relevansinya Terhadap SDG 3 Aisyah Nur Ainy; Muhammad Farhan Masrur
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Impresi Indonesia (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i9.8095

Abstract

Perkembangan teknologi digital meningkatkan akses terhadap perjudian online yang menjadi persoalan sosial dengan dampak psikologis signifikan, termasuk manipulasi digital, kecanduan, tekanan emosional, dan ketidakberdayaan korban. Film (No More Bets) merepresentasikan fenomena tersebut melalui pengalaman korban dan proses eksploitasi psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kerentanan psikologis korban judi online dalam film tersebut menggunakan Perspektif Psikologi Sosial Digital John Suler dan Teori Representasi Stuart Hall sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah Qualitative Content Analysis (QCA) berdasarkan Mayring, dengan data berupa dialog, narasi, adegan, dan simbol sinematik yang dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan penayangan film berulang. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk kerentanan psikologis, yaitu social manipulation (paling dominan), addiction, emotional distress, dan learned helplessness, yang berkembang dari pengaruh lingkungan digital menuju keterikatan perjudian dan ketidakberdayaan. Integrasi kedua teori memperlihatkan bahwa unsur sinematik merepresentasikan mekanisme psikologis dalam interaksi digital. Temuan ini menegaskan relevansi isu perjudian online terhadap kesehatan mental, SDG 3.4, dan pentingnya literasi digital serta pencegahan berorientasi kesehatan mental.