Menurunnya keterlibatan generasi muda dalam aktivitas keagamaan akibat pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi informasi menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Organisasi remaja masjid berfungsi sebagai wadah pengembangan diri yang menanamkan prinsip agama dan membentuk karakter religius serta mendorong remaja untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari peran organisasi remaja masjid dalam meningkatkan kesadaran keagamaan generasi muda. Penelitian ini juga ingin memahami bagaimana kesadaran tersebut muncul dan menemukan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di Masjid Agung Palembang. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini melibatkan enam informan yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi serta dokumentasi. Setelah itu data dianalisis melalui metode reduksi dan penyajian dan penarikan kesimpulan. Penelitian menunjukkan bahwa organisasi remaja Masjid aktif meningkatkan kesadaran keagamaan melalui pengajian dan pembinaan akhlak dan pelatihan keagamaan serta kegiatan sosial. Kesadaran keagamaan dibentuk melalui penguatan ranah kognitif dan afektif dan perilaku. Hal ini diperkuat oleh interaksi sosial dalam organisasi. Faktor pendukung mencakup dukungan pengurus Masjid dan peran aktif pembina serta sarana yang memadai dan antusiasme anggota. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya konsistensi sebagian anggota dan godaan hiburan digital serta kesibukan dalam studi maupun pekerjaan. Studi ini menemukan bahwa organisasi remaja Masjid Agung Palembang tidak hanya mengadakan kegiatan keagamaan. Organisasi ini juga berfungsi sebagai cara yang efektif untuk bersosialisasi dan meningkatkan kesadaran beragama di kalangan remaja. Peran tersebut dijalankan melalui berbagai program pengembangan yang mengintegrasikan pengetahuan agama dan apresiasi terhadap nilai-nilai keagamaan serta penerapan ajaran Islam dalam keseharian. Keberlanjutan dan inovasi program pembinaan kesadaran keagamaan menjadi hal yang sangat penting agar organisasi remaja Masjid Agung Palembang tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai benteng moral dan ruang pembentukan karakter religius di tengah kompleksitas modernisasi