Nur Fadilah Nasir
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai Filosofis Tradisi Naung Ri Ere dalam Pernikahan Masyarakat Bugis Makassar di Kecamatan Tombolo Pao Muhammad Afdal; Rinaldi Rinaldi; Nur Fadilah Nasir
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 3 No 2 (2026): (JULY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/kgz06149

Abstract

Tradisi Naung Ri Ere merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Bugis Makassar yang hingga kini masih dijalankan sebagai bagian dari rangkaian prosesi pernikahan adat, khususnya di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Tradisi ini menempatkan sungai sebagai elemen sakral yang harus didatangi oleh pasangan pengantin baru sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur setelah prosesi akad nikah selesai dilangsungkan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis nilai filosofis yang terkandung dalam tradisi Naung Ri Ere, mencakup proses pelaksanaannya, perlengkapan dan sesajian yang digunakan, peran Sanro sebagai pemimpin ritual, serta kepercayaan masyarakat yang melatarbelakangi keberlangsungan tradisi ini dari generasi ke generasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi dan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi pasangan pengantin yang telah mengikuti tradisi Naung Ri Ere serta tetua adat yang memiliki pengalaman langsung dalam memimpin prosesi ritual, yang kemudian diperkuat dengan studi pustaka terkait adat Bugis-Makassar dan konsep Siri’ na Pacce. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi Naung Ri Ere mengandung tiga lapis nilai filosofis yang saling berkaitan, yaitu rasa syukur atas kelancaran prosesi pernikahan, dimensi tolak bala melalui prosesi penghanyutan halasuji, serta penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan masyarakat agraris. Selain itu, sistem kepercayaan yang melekat pada tradisi ini berfungsi sebagai mekanisme sosial untuk menjaga keberlangsungannya.