FatimahSyam FatimahSyam
Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Peran Gender Dalam Keluarga Milenial: Negosiasi Antara Budaya Gayo Dan Perubahan Sosial Di Kampung Wihni Durin, Aceh Tengah Wahdaini Wahdaini; Musdawati Musdawati; FatimahSyam FatimahSyam
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v6i1.9518

Abstract

Perubahan sosial, meningkatnya partisipasi perempuan dalam sektor publik, serta perkembangan pendidikan dan teknologi telah mendorong perubahan pembagian peran gender dalam keluarga. Namun, perubahan tersebut berlangsung secara berbeda pada masyarakat yang masih mempertahankan nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi peran gender dalam keluarga milenial di Kampung Wihni Durin, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan terdiri atas sembilan individu dari keluarga milenial serta dua informan kunci, yaitu Reje Kampung dan Petue Kampung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian peran dalam keluarga milenial mulai menjadi lebih fleksibel melalui komunikasi, kerja sama, dan penyesuaian terhadap kebutuhan keluarga. Namun, perubahan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan pola patriarki karena perempuan masih cenderung memikul tanggung jawab domestik yang lebih besar dan mengalami beban ganda. Nilai sumang dan mukemel masih memengaruhi penilaian sosial terhadap peran laki-laki dan perempuan. Sementara itu, pendidikan, kondisi ekonomi, media sosial, dan pengalaman keluarga mendorong munculnya pemahaman serta praktik pembagian peran yang lebih fleksibel. Temuan ini menunjukkan bahwa konstruksi peran gender dalam keluarga milenial berlangsung secara dinamis melalui negosiasi antara nilai budaya yang diwariskan dan perubahan kebutuhan dalam kehidupan keluarga. Social change, increased female participation in the public sector, and developments in education and technology have driven changes in the division of gender roles within families. However, these changes occur differently in communities that still maintain local cultural values. This study aims to analyze the construction of gender roles in millennial families in Wihni Durin Village, Silih Nara District, Central Aceh Regency. This study used a qualitative approach with a case study design. Informants were selected through purposive sampling and consisted of nine individuals from millennial families and two key informants: Reje Kampung and Petue Kampung. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through the stages of data condensation, data presentation, and drawing and verifying conclusions. The results show that the division of roles in millennial families is becoming more flexible through communication, cooperation, and adjustments to family needs. However, these changes have not eliminated patriarchal patterns because women still tend to bear greater domestic responsibilities and experience a double burden. The values of sumang and mukemel continue to influence social assessments of men's and women's roles. Meanwhile, education, economic conditions, social media, and family experiences foster a more flexible understanding and practice of role allocation. These findings suggest that gender role construction in millennial families occurs dynamically through negotiations between inherited cultural values and changing needs in family life.