Penelitian ini mengkaji bagaimana cerita korporasi digital mengonstruksi pemberdayaan perempuan pengusaha sekaligus memindahkan tanggung jawab atas disrupsi pasar struktural kepada individu pengusaha. Data penelitian mencakup video kampanye Duta Pesona Wisata berdurasi 128 detik yang diterbitkan Google Indonesia pada 25 September 2019, deskripsi resmi, tagar, dan sebelas komentar publik yang terlihat pada 2 September 2026. Analisis wacana kritis tiga dimensi Fairclough dipadukan dengan kritik feminis terhadap kewirausahaan dan pemberdayaan neoliberal. Data dikodekan berdasarkan agensi, modalitas, evaluasi, urutan kausal, interdiskursivitas, dan penerimaan audiens. Hasil penelitian menemukan tiga mekanisme yang saling berhubungan. Pertama, pengalihan struktural menggambarkan pertumbuhan platform tiket daring sebagai kondisi eksternal yang tidak terhindarkan, sedangkan pemulihan ditempatkan pada kesediaan pengusaha untuk berubah. Kedua, solusi korporasi menampilkan pelatihan digital, situs web, dan visibilitas pencarian sebagai infrastruktur yang penuh kebajikan, sementara ketergantungan platform dan ketimpangan kompetisi tidak ditampilkan. Ketiga, moralisasi aspiratif menghubungkan pemulihan usaha dengan kepeloporan wisata, ekowisata, manfaat komunitas, dan rasa syukur personal sehingga adaptasi menjadi bukti keberhasilan yang layak diperoleh. Komentar audiens terutama mereproduksi pembacaan motivasional dan sebagian mengulangi adaptasi sebagai syarat bertahan. Temuan ini dikonseptualisasikan sebagai paradoks pemberdayaan-responsibilisasi: pembelajaran digital memperluas agensi perempuan pengusaha, tetapi wacananya sekaligus mengindividualisasi risiko sistemik dan menaturalisasi mediasi korporasi. Studi ini berkontribusi pada kajian kritis periklanan, gender dan kewirausahaan, serta komunikasi pariwisata dengan menjelaskan bagaimana pemberdayaan berbasis platform dibentuk melalui pengaturan selektif atas agensi, struktur, dan tanggung jawab.