Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PURSED LIPS BREATHING TERHADAP RESPIRATORY RATE DAN SATURASI OKSIGEN PENDERITA PPOK DI RSUD SUNGAI LILIN Nyimas Ayu Anggraini; Yora Octavia; Komala Sari; Tursina Tursina; Risna Meliyani
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63183

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) ialah kelainan respirasi progresif yang diidentifikasi melalui restriksi aliran udara, hambatan difusi gas, peningkatan frekuensi napas atau Respiratory Rate (RR), serta penurunan saturasi oksigen (SpO2). Pursed Lips Breathing (PLB) hadir sebagai solusi keperawatan non-farmakologis yang didesain guna memperpanjang durasi ekspirasi, meminimalkan jebakan udara (air trapping), dan mendongkrak efisiensi ventilasi paru. Menganalisis dampak dari aplikasi latihan Pursed Lips Breathing terhadap penurunan frekuensi pernapasan (RR) sekaligus peningkatan saturasi oksigen (SpO2) pada penderita PPOK di RSUD Sungai Lilin. Studi kuantitatif ini memakai rancangan kuasi-eksperimental dengan model one-group pretest-posttest yang dilangsungkan sepanjang Juni hingga Agustus 2026 di Ruang Rawat Inap RSUD Sungai Lilin. Melalui metode purposive sampling, didapatkan 30 pasien PPOK sebagai sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi pernapasan diberikan selama kurun waktu 10–15 menit berlandaskan standar operasional prosedur yang berlaku. Instrumen pengumpulan data berupa oximeter nadi dan stopwatch, sementara pengujian hipotesis memanfaatkan statistik univariat dan Paired t-Test parametrik (setelah lolos uji normalitas Shapiro-Wilk, p > 0.05). Mayoritas subjek penelitian berjenis kelamin laki-laki (83,3%, n=25). Ditemukan penurunan rerata RR yang sangat nyata dari angka baseline 26,43 ± 1,68 kali/menit menjadi 21,07 ± 1,66 kali/menit pasca-tindakan (Δ = -5.36, t = 29.41, p = 0.000). Di sisi lain, kadar SpO2 mengalami lonjakan signifikan dari rerata awal 92,30% ± 1,21% merangkak naik ke posisi 95,73% ± 0,83% (Δ= +3.43%, t = -19.36, p = 0.000). Teknik Pursed Lips Breathing terbukti secara empiris mampu mengoreksi frekuensi napas menjadi lebih rendah dan menaikkan kejenuhan oksigen (SpO2) pada pasien PPOK. Praktisi keperawatan disarankan menyisipkan metode PLB ini ke dalam dokumen baku asuhan keperawatan pasien respirasi.