Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Kotoran Ayam Sebagai Media Tanam Organik Di Desa Mapin Rea Imam Haqqul Yaqin; Ainun Ainun; Baiq Najaha Safari Uly; Nadia Putri Arafa; Aizah Aizah; Abdul Syukur; M Syahrul Alam; Putri Putri; Baiq Sayu Nurwana; Haifa Rif’atul Mufida; Andi Akhmad Almuqqaram; Baiq Putri Ayu Kumalasari; Alfian Dwi Saputra; Clarifi Cahaya Al Amnora; Jauhar Anshori; Sahrul Ramadhan; Inka Nusamuda Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1707

Abstract

Kotoran ayam merupakan salah satu limbah peternakan yang tersedia di lingkungan masyarakat Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, namun pemanfaatannya sebagai bahan pendukung kegiatan pertanian masih belum optimal. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kotoran ayam sebagai media tanam organik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola kotoran ayam menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Juli 2026 pukul 09.00 WITA di rumah Kepala Desa Mapin Rea dengan melibatkan lebih dari 30 peserta. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, diskusi, dan praktik langsung secara partisipatif. Media tanam dibuat menggunakan kotoran ayam, tanah, dedak, air, gula merah, dan larutan mikroorganisme efektif. Campuran difermentasi selama 14 hari dengan pengadukan pada hari ke-3 dan ke-7. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami manfaat kotoran ayam serta mengikuti tahapan pengolahan media tanam secara langsung. Luaran kegiatan berupa media tanam organik hasil fermentasi dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan kembali oleh masyarakat. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam mengurangi limbah peternakan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.