Nur Muhammad Zeyn Abdullah
Universitas PGRI Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VIIIE SMP NEGERI 5 MADIUN Nur Muhammad Zeyn Abdullah; Nuswantari; Zainul Ulum
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18642

Abstract

This study aims to improve students' critical thinking skills through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model in Pancasila and Civic Education (PPKn) for Class VIIIE at SMP Negeri 5 Madiun. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model, which consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 32 students of Class VIIIE at SMP Negeri 5 Madiun. The study was conducted in two cycles, with data collected through observation, tests, and documentation. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods.The results of the study indicate that the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model effectively improved students' critical thinking skills. This improvement was reflected in the increase in the average critical thinking score from 68 in the pre-cycle to 76 in Cycle I and further to 84 in Cycle II. The percentage of students achieving learning mastery also increased from 37.5% in the pre-cycle to 71.9% in Cycle I and reached 87.5% in Cycle II. In addition, students' learning activities showed significant improvement, as demonstrated by their enhanced ability to identify problems, analyze information, express opinions, and develop solutions to the given problems. Based on the findings, it can be concluded that the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model is effective in improving students' critical thinking skills in Pancasila and Civic Education (PPKn) for Class VIIIE at SMP Negeri 5 Madiun. The Problem Based Learning (PBL) model can serve as an alternative instructional approach that promotes active, meaningful, and student-centered learning.
Autentisitas Asesmen Pendidikan Pancasila di Era Generative AI melalui Originality Report di SMP Negeri 5 Madiun Nur Muhammad Zeyn Abdullah; Mokhammad Nur Kafi; Mochamat Coirul Ajis; Zainul Ulum; Parji Parji
Jurnal Simki Postgraduate Vol 5 No 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jspg.v5i1.1777

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis autentisitas asesmen Pendidikan Pancasila berbantuan Chromebook pada era kecerdasan buatan generatif, mengidentifikasi respons siswa terhadap pemeriksaan orisinalitas digital, serta mengkaji strategi guru dalam memanfaatkan hasil pemeriksaan sebagai umpan balik pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal yang dilaksanakan di SMP Negeri 5 Madiun. Informan terdiri atas sepuluh siswa kelas VIII dan satu guru Pendidikan Pancasila yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan angket pendukung, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui kondensasi data, penyajian data, pengodean, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memanfaatkan internet dan kecerdasan buatan sebagai sumber informasi dalam menyelesaikan tugas, namun memiliki kesadaran integritas akademik yang relatif baik. Pemeriksaan orisinalitas digital membantu guru memantau keaslian karya dan mendorong siswa menggunakan kalimat sendiri, meskipun sebagian siswa mengalami kecemasan terhadap kemungkinan kesalahan interpretasi hasil pemeriksaan. Temuan penelitian menegaskan bahwa teknologi pemeriksaan lebih efektif digunakan sebagai instrumen pedagogis daripada sekadar alat pengawasan. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan kerangka konseptual Detect–Dialogue–Revise–Reflect yang memanfaatkan hasil pemeriksaan digital untuk membangun dialog, mendorong revisi, dan mengembangkan refleksi siswa guna memperkuat integritas akademik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.