Auxiliary Power Unit (APU) pada pesawat Airbus A320 berfungsi sebagai sumber daya listrik dan udara bertekanan independen yang kritis bagi operasi di darat dan beberapa kondisi darurat, sehingga keandalannya berpengaruh langsung terhadap dispatch reliability dan keselamatan penerbangan. Data defect report armada Airbus A320 Lion Group periode April 2023–Maret 2024 mencatat 215 kejadian terkait APU, dengan 128 kasus (59,5%) dikategorikan sebagai APU Auto Shutdown dan didominasi fault message ‘FCU 8022KM – APU FUEL SUPPLY / STARTER MOTOR (8KA)’. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mode kegagalan utama penyebab APU Auto Shutdown pada Airbus A320, menganalisis prioritas risikonya menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan nilai Risk Priority Number (RPN), serta menyusun rekomendasi mitigasi corrective, preventive, dan systemic yang aplikatif bagi maskapai dan MRO. Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus pada APU Honeywell 131‑9A dan APIC APS 3200, berdasarkan data Post Flight Report (PFR), hasil CFDS bite test, defect report ATA 49, serta referensi teknis AMM, TSM, dan literatur terkait. Hasil analisis menunjukkan lima mode kegagalan dominan, yaitu Starter Motor 8KA (RPN 336), Low Oil Level (RPN 320), GEN SCAV LUBE FILTERS 8069KM/8076KM (RPN 245), Fuel Control Unit 8022KM (RPN 240), dan Load Control Valve 8050KM (RPN 210), seluruhnya berada pada kategori ‘tindakan segera’ menurut SAE J1739. Rekomendasi utama meliputi penerapan program hard-time replacement Starter Motor berbasis siklus start, pengetatan inspeksi level oli dan penggantian filter, serta pengembangan APU reliability program berbasis CFDS trending untuk menurunkan nilai RPN armada dan meningkatkan keandalan operasi.