Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah Masjid Baitul Makmur Tuminting dalam meningkatkan partisipasi jama’ah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keterlibatan jama’ah dalam berbagai kegiatan masjid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Lokasi penelitian berada di Masjid Baitul Makmur Tuminting, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diperkuat melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah yang diterapkan oleh pengurus Masjid Baitul Makmur Tuminting terdiri atas tiga strategi utama, yaitu pembagian tugas yang jelas antara Lembaga Keimaman dan Badan Takmir Masjid, penerapan pendekatan persuasif dan humanis kepada jama’ah, serta penguatan modal pengetahuan keagamaan pengurus. Strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai program sosial, keagamaan, dan sosial-keagamaan yang disesuaikan dengan karakteristik komunitas jama’ah, meliputi bapak-bapak, ibu-ibu, dan pemuda-remaja. Partisipasi jama’ah terutama didorong oleh intensitas silaturahim, kesempatan memperoleh dan berbagi pengetahuan, serta peluang untuk mempelajari hal-hal baru. Sementara itu, hambatan partisipasi meliputi persoalan ekonomi keluarga, keterbatasan waktu karena pekerjaan, persoalan dalam pelaksanaan kegiatan tertentu, dan gaya dakwah yang dipersepsikan terlalu otoriter. Berdasarkan perspektif strategi Henry Mintzberg, strategi dakwah tersebut menunjukkan unsur plan, pattern, ploy, position, dan perspective. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan partisipasi jama’ah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang diselenggarakan, tetapi juga oleh kejelasan pembagian peran, pendekatan dakwah yang persuasif, kualitas relasi sosial, dan kemampuan pengurus memahami kebutuhan serta kondisi sosial jama’ah.