Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prioritas Pemeliharaan Berbasis Risiko pada Sistem Genset 350 KVA Menggunakan Integrasi Reliability Centered Maintenance (RCM), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Analisis Keandalan Surasa; Wuguh Pitono
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2188

Abstract

PT. PMI Sarana Utama menggunakan dua unit generator set (genset) berkapasitas masing-masing 350 KVA sebagai sumber listrik cadangan ketika terjadi gangguan suplai listrik PLN. Berdasarkan data operasional periode September 2024 hingga Agustus 2025, sistem genset mengalami gangguan dengan total waktu operasi sebesar 5.880 menit dan downtime sebesar 395 menit yang berdampak terhadap kontinuitas operasional gedung. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas pemeliharaan berbasis risiko pada sistem genset menggunakan integrasi Reliability Centered Maintenance (RCM), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan analisis keandalan. Metode RCM digunakan untuk mengidentifikasi fungsi sistem, mode kegagalan, konsekuensi kegagalan, serta strategi pemeliharaan, sedangkan FMEA digunakan untuk menentukan tingkat risiko berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Automatic Voltage Regulator (AVR) memiliki kontribusi downtime terbesar sebesar 190 menit (48%), diikuti Automatic Mains Failure (AMF) sebesar 90 menit dan ACCU sebesar 70 menit. Hasil FMEA menunjukkan bahwa failure mode AVR berupa ketidakstabilan tegangan output memiliki nilai RPN individual tertinggi sebesar 140, sedangkan failure mode lainnya pada AVR memiliki RPN 96, AMF sebesar 128, dan ACCU sebesar 27. Analisis keandalan menunjukkan nilai availability sistem genset sebesar 93,7%. Berdasarkan integrasi RCM dan FMEA, AVR ditetapkan sebagai komponen prioritas utama dengan strategi condition-directed maintenance untuk meningkatkan keandalan sistem genset.