Andi Resta Firmansya
Universitas Sam Ratulangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Inventory Turnover, Gross Profit Margin, dan Tingkat Inflasi terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Makanan dan Minuman di Indonesia Andi Resta Firmansya; Heince R. N. Wokas; Sherly Pinatik
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.19874

Abstract

Pertumbuhan laba merupakan salah satu indikator utama yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dan prospek usahanya. Perusahaan makanan dan minuman di Indonesia mengalami pertumbuhan laba yang fluktuatif sehingga diperlukan analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Inventory Turnover, Gross Profit Margin, dan tingkat inflasi terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan dan data inflasi Badan Pusat Statistik. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling serta uji outlier menggunakan metode Z-score sehingga diperoleh 15 perusahaan dengan 120 observasi setelah dilakukan uji outlier. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) melalui aplikasi EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inventory Turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, Gross Profit Margin berpengaruh positif tetapi tidak signifikan, sedangkan tingkat inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi pengelolaan persediaan mampu meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan, sedangkan meningkatnya inflasi cenderung menekan pertumbuhan laba melalui kenaikan biaya produksi dan operasional.