Nazwa Aulia Zahra
Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diferensiasi Komunikasi Digital Dalam Membangun Legitimasi PT Nipama Mandiri Sebagai Distributor Resmi SKF Nazwa Aulia Zahra
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.932

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana diferensiasi komunikasi digital digunakan oleh PT Nipama Mandiri untuk membangun legitimasi organisasi sebagai distributor resmi SKF di Indonesia. Pokok masalah utama penelitian ini adalah adanya kesenjangan komunikasi pada sektor business-to-business (B2B) hidrolik dan pneumatik, di mana media digital masih diperlakukan sebagai katalog statis, sementara maraknya peredaran seal industri palsu menciptakan keraguan di kalangan pembeli industri seperti divisi purchasing dan teknisi lapangan. Pokok masalah kedua adalah bagaimana pesan digital yang diferensiatif mampu mengonversi informasi teknis yang kaku menjadi pengakuan publik atas status kemitraan resmi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk diferensiasi komunikasi digital yang dilakukan PT Nipama Mandiri dalam membangun legitimasi sebagai distributor resmi SKF, cara komunikasi digital tersebut merepresentasikan legitimasi di mata publik, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi sepanjang proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dalam paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 10 informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas enam informan kunci dari pihak internal perusahaan dan empat informan pendukung dari pihak eksternal, observasi non-partisipan pada kanal digital perusahaan, serta studi dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diferensiasi dibangun dengan menggeser orientasi konten digital dari hard-selling menuju pusat solusi (solution hub), mengemas materi teknis melalui bahasa santai, video pendek, dan program podcast "NGOPI", menayangkan sertifikat keagenan resmi secara transparan, serta menjaga konsistensi identitas visual korporat. Dibaca melalui tiga dimensi Suchman, diferensiasi tersebut menghasilkan legitimasi pragmatis berupa insentif informasional, legitimasi moral melalui gerakan edukasi anti-produk palsu, dan legitimasi kognitif berupa posisi top-of-mind. Legitimasi terepresentasi dalam tiga lapisan relasional, yaitu kepastian hukum bagi divisi pengadaan, otoritas teknis bagi mekanik lapangan, serta entitas korporat yang humanis dan inklusif bagi audiens digital yang lebih luas.