Farros Shaffira
Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Metode Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Culturally Responsive Teaching terhadap Hasil Belajar Siswa Aqiqul Putra Zaibintoro; Hakkun Elmunsyah; Mutilah Mutilah; Farros Shaffira
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5092

Abstract

Pembelajaran Informatika pada materi pengolahan angka masih sering terjebak pada metode instruksional mekanis yang mengabaikan tingkat kesiapan kognitif dan keberagaman latar belakang sosiokultural siswa, sehingga berujung pada rendahnya capaian belajar. Meskipun metode berdiferensiasi dan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) telah banyak dikaji secara terpisah, bukti empiris mengenai efektivitas fusi kedua metode tersebut terhadap luaran kognitif absolut keterampilan komputasional masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh integrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis CRT terhadap hasil belajar siswa. Riset kuantitatif ini menerapkan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) bertipe non-equivalent pretest-posttest control group. Partisipan melibatkan 62 siswa kelas VIII yang ditarik menggunakan teknik cluster random sampling, terbagi menjadi kelompok eksperimen (N=32) dan kelompok kontrol (N=30). Pengumpulan data menggunakan instrumen tes objektif dan dianalisis melalui uji Independent Sample t-Test. Hasil analisis membuktikan terdapat perbedaan capaian hasil belajar yang signifikan secara statistik (t = 2,887; p = 0,005 < 0,05). Kelompok eksperimen yang menerima intervensi fusi diferensiasi dengan studi kasus budaya lokal mencatatkan rata-rata skor 88,13, unggul secara meyakinkan sebesar 5,3 poin di atas kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional (82,83). Besaran peningkatan ini menunjukkan dampak praktis yang kuat dari perlakuan yang diberikan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan kontribusi empiris bahwa integrasi antara akomodasi gaya belajar dan kontekstualisasi sosiokultural terbukti secara kausalitas mampu mendongkrak penguasaan kemampuan logika komputasional siswa.