Hanyokro Bagus Prastyo
Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Media Sosial dan Perilaku Remaja di SMA Negeri 2 Tuban Hanyokro Bagus Prastyo; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Vol.2 No.1 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiki.v2i1.56

Abstract

Platform digital seperti media sosial kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari keseharian remaja, mulai dari sekadar mengobrol, mencari bahan bacaan, hingga mengisi waktu luang dengan hiburan. Ketika intensitas pemakaiannya cukup tinggi, ada kecenderungan hal itu ikut membentuk pola perilaku mereka sehari-hari. Fase remaja sendiri memang rawan, karena pada masa inilah pencarian jati diri berlangsung sehingga pengaruh dari luar termasuk media sosial jadi lebih mudah menempel dan berpotensi mengubah cara mereka bersikap di lingkungan sosial. Riset ini disusun untuk memotret gambaran intensitas penggunaan media sosial serta perilaku pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tuban. Rancangan penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi mencakup seluruh siswa kelas XI di sekolah tersebut, berjumlah 150 orang, dan sampel yang diambil sebanyak 110 remaja melalui teknik Simple Random Sampling. Dua variabel yang diteliti adalah penggunaan media sosial dan perilaku remaja. Data dihimpun lewat kuesioner, lalu diolah dengan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Temuan menunjukkan hampir seluruh responden (86,4%) tergolong memiliki intensitas penggunaan media sosial tinggi. Sementara itu, sebagian besar (69,1%) menunjukkan perilaku negatif, dan yang lebih spesifik lagi, 73,3% remaja dengan intensitas pemakaian tinggi justru berperilaku negatif. Banyak hal ikut membentuk perilaku remaja, baik yang datang dari dalam diri mereka sendiri maupun dari luar. Media sosial termasuk salah satu faktor eksternal yang berperan cukup besar di sini. Dipakai dengan cara yang tepat, media sosial sebenarnya bisa mendatangkan manfaat, semisal untuk menggali informasi seputar pendidikan, mengasah kreativitas, memperluas pergaulan, sampai melatih kemampuan berkomunikasi. Namun kalau pemakaiannya kebablasan, dampaknya justru berbalik arah: kontrol diri menurun, gaya hidup jadi lebih konsumtif, muncul kecenderungan meniru hal-hal yang kurang pantas, dan interaksi sosial secara langsung dengan orang-orang di sekitar pun ikut berkurang.