This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Luthfi Syauqi
Universitas Islam negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Banten, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi Semantis Khabar Mufrad dan Ghair Mufrad dalam Surah Al-Mulk Aang Saeful Milah; Maulana Jagger Sofyan; Luthfi Syauqi; Ali Rahman; Kevin Gusti Mahendra
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.18465

Abstract

Penelitian sintako-semantis terhadap teks suci dewasa ini masih sering terjebak pada dikotomi antara analisis gramatikal formal yang kering dengan interpretasi teologis yang spekulatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik struktural sekaligus merumuskan implikasi sintako-semantis dari penggunaan khabar mufrad dan khabar ghair mufrad dalam Surah Al-Mulk. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dengan desain analisis teks fungsional yang mengintegrasikan teori sintaksis ('ilm al-nahw) dan semantik ('ilm al-dalalah). Sumber data primer diekstraksi dari korpus teks Surah Al-Mulk, menghasilkan 6 data konstruksi kalimat nominal (jumlah ismiyyah) autentik yang divalidasi menggunakan kitab I'rab al-Qur'an al-Jadwal karya Mahmud Safi dan Tafsir al-Kasysyaf karya Al-Zamakhsyari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik struktural khabar mufrad (4 data) secara konsisten menggunakan isim sifat tunggal pada posisi normal, sedangkan khabar ghair mufrad (2 data) secara eksklusif berwujud frasa preposisional (syibh al-jumlah) yang mengalami inversi posisi menjadi khabar muqaddam. Implikasi sintako-semantis dari polarisasi struktur ini membuktikan bahwa pola khabar mufrad secara fungsional mengunci pemaknaan konstansi dan permanensi mutlak (al-tsubut wa al-dawam) atas esensi sifat ketuhanan. Sebaliknya, pola khabar ghair mufrad yang dibalik memproduksi makna pengkhususan (al-takhshish) dan penekanan aksentuasi (al-taukid) terhadap kepastian janji serta ancaman eskatologi.