This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Ananda Diva Yuliana
Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontroversi dan Personal Branding: Studi Kasus Timothy Ronald dalam Perspektif PR Ananda Diva Yuliana; Zevilla Putri Khoirunissa; Marjam Desma Rahadhini
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.18676

Abstract

Perkembangan media sosial membuat personal branding menjadi hal yang sangat penting bagi public figure, terutama influencer yang bergerak di bidang investasi dan bisnis digital. Melalui media sosial, seseorang dapat membangun citra sebagai sosok yang sukses, profesional, dan dipercaya oleh masyarakat. Salah satu public figure yang cukup dikenal oleh masyarakat dalam dunia investasi kripto di Indonesia adalah Timothy Ronald. Ia dikenal sebagai influencer muda yang aktif membagikan edukasi mengenai investasi dan kebebasan finansial kepada anak muda. Namun, citra positif yang telah dibangun oleh Timothy Ronald mulai menjadi sorotan setelah muncul dugaan kasus penipuan investasi kripto yang menyeret namanya. Kasus ini kemudian menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat dan memengaruhi reputasi yang sebelumnya dibangun melalui media sosial. Artikel ini membahas tentang hubungan antara personal branding dan krisis reputasi melalui studi kasus Timothy Ronald dalam perspektif Public Relations (PR). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra sukses dan gaya hidup mewah yang dibangun Timothy efektif menarik pengikut, namun reputasi tersebut langsung anjlok saat diterpa isu hukum. Penanganan krisis yang cenderung tertutup dan minim klarifikasi resmi justru memperparah sentimen negatif publik di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa personal branding di dunia digital memerlukan fondasi transparansi dan manajemen komunikasi krisis yang cepat agar kepercayaan publik tidak hilang sepenuhnya saat terjadi masalah.