ABSTRAK Kedelai merupakan tanaman potensial yang perlu dikembangkan karena memiliki peluang pasar yang besar baik lokal maupun ekspor, di Sumatera Selatan belum banyak dibudidayakan dan produksinyapun masih rendah. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi adalah dengan pemupukan yaitu pupuk organik kotoran kerbau. Tujuan penelitian ini untuk menentukan serta mendapatkan dosis pupuk organik kotoran kerbau yang sesuai terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan petani di Jl Sukarela KM 7 Kecamatan Sukarami Kota Palembang, pada bulan September – Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan Dosis Pupuk Organik Kotoran Kerbau (K) yaitu K0 = kontrol ; K1 = 10 ton/ha ; K2 = 20 ton/ha ; K3= 30 ton/ha ; K4 = 40 ton/ha dan K5 = 50 ton/ha. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji per petak. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan dan analisis keragaman dapat disimpulkan bahwa pupuk organik kotoran kerbau dosis 30 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai varietas grobogan dengan produksi sebesar 496,40 g/petak atau setara dengan 1,99 ton/ha. Soybean is a potential plant that needs to be developed because it has a large market opportunity both locally and for export, in South Sumatra it has not been widely cultivated and its production is still low. One effort to increase production is by fertilizing, namely buffalo dung organic fertilizer. The purpose of this study was to determine and obtain the appropriate dose of buffalo dung organic fertilizer for the growth and production of soybean plants. This research was conducted on farmer's land on Jl Sukarela KM 7, Sukarami District, Palembang City, in September - December 2024. This study used an experimental method with a non-factorial Randomized Block Design (RAK). Treatment of Buffalo Dung Organic Fertilizer Dose (K) namely K0 = control ; K1 = 10 ton/ha ; K2 = 20 ton/ha ; K3 = 30 ton/ha ; K4 = 40 ton/ha and K5 = 50 ton/ha. The variables observed were plant height, number of productive branches, number of pods per plant, number of filled pods, number of empty pods, seed weight per plant, weight of 100 seeds and seed weight per plot. Based on the results of field research and diversity analysis, it can be concluded that organic buffalo manure fertilizer at a dose of 30 tons/ha gave the best results for the growth and production of Grobogan variety soybean plants with a production of 496,40 g/plot or equivalent to 1,99 ton/ha.