Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi KKN dan Puskesmas dalam Upaya Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Seminar di Desa Namuukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat Yenni Samri Julianti Nasution; Muhfita Choiriyah Siregar; Haikal Theo Putra Sinaga; Ridho Alfi Fajar Hidayat; Mia Maulida; Dinda Haswen
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.7374

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Langkat. Program pemerintah seperti posyandu, pemeriksaan ibu hamil, dan pemberian makanan tambahan sudah berjalan, namun pemanfaatannya belum maksimal karena masyarakat masih kurang memahami pentingnya gizi dan sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan seminar edukasi pencegahan stunting dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta mengeksplorasi dampaknya terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat si Desa Namuukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Partisipan penelitian berjumlah 30 orang yang terdiri dari 8 ibu hamil, 15 orang tua balita, 2 kader posyandu, dan 5 perangkat desa, dipilih dengan teknik purposive sampling karena relevan dengan isu stunting. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi catatan tanya jawab. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik, yaitu mengidentifikasi tema-tema utama dari jawaban wawancara, diskusi, dan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seminar mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dalam empat aspek utama: (1) meluruskan persepsi keliru antara stunting dan faktor keturunan, (2) meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap pentingnya gizi dan pemeriksaan rutin, (3) mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai solusi pencegahan stunting yang terjangkau, dan (4) menumbuhkan kesadaran pentingnya pencegahan sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, fasilitas, dan faktor ekonomi, yang diatasi melalui pendekatan partisipatif, penggunaan bahasa lokal, serta media edukasi sederhana. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa KKN, Puskesmas, dan perangkat desa merupakan strategi edukasi berbasis komunitas yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap masyarakat terhadap pencegahan stunting, serta berpotensi menjadi model pendukung program nasional percepatan penurunan stunting.