Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah masih menjadi tantangan akibat tingginya konsumsi minuman kemasan oleh siswa serta rendahnya praktik pemanfaatan ulang limbah plastik. Kondisi ini juga terjadi di SD Negeri 32 Pemecutan, Desa Tegal Kertha, di mana botol plastik bekas umumnya dibuang tanpa proses pemanfaatan kembali dan kesadaran siswa terhadap konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mengurangi limbah plastik melalui pemanfaatan botol bekas sebagai pot tanaman. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi konsep pengelolaan sampah plastik, demonstrasi pembuatan pot tanaman dari botol bekas, serta praktik langsung oleh siswa dengan pendampingan guru sebagai mitra kegiatan. Kegiatan melibatkan sekitar 60 siswa sekolah dasar yang secara aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya lima unit pot tanaman hias dari botol plastik bekas yang sebelumnya menjadi limbah serta meningkatnya keterlibatan dan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan ulang sampah plastik. Selain berkontribusi terhadap pengurangan limbah anorganik di lingkungan sekolah, kegiatan ini juga meningkatkan estetika lingkungan serta menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik. Dengan demikian, pemanfaatan botol bekas sebagai pot tanaman dapat menjadi model edukasi lingkungan berbasis praktik yang sederhana, mudah direplikasi, dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.