Pemberdayaan masyarakat desa melalui pengembangan potensi lokal merupakan salah satu strategi penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok perempuan. Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran strategis dalam pengelolaan sumber daya pertanian rumah tangga, namun sering kali masih menghadapi keterbatasan kapasitas dalam pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Salah satu potensi lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah jamur merang, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan kreatif yang bernilai ekonomi dan berdaya saing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengembangkan kreasi olahan jamur merang berbasis potensi lokal di Desa Dagangan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Jamur merang merupakan salah satu komoditas pertanian lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi ekonomi yang besar, namun pemanfaatannya oleh masyarakat masih terbatas pada penjualan dalam bentuk segar dengan nilai tambah yang relatif rendah. Permasalahan utama yang dihadapi KWT meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan produk, diversifikasi olahan, serta pengemasan dan pemasaran hasil produksi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pengolahan jamur merang menjadi berbagai produk olahan kreatif, seperti olahan siap konsumsi dan produk setengah jadi, disertai pendampingan dalam aspek pengemasan dan pengelolaan usaha sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi anggota KWT dalam mengolah jamur merang menjadi produk bernilai tambah. Dengan demikian, program pengabdian ini berkontribusi positif dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat desa berbasis pemanfaatan potensi sumber daya kelompok lokal secara berkelanjutan