Narapidana wanita menghadapi krisis psikologis serius berupa rendahnya kepercayaan diri dan rusaknya konsep diri akibat stigma sosial, kehilangan kebebasan, dan isolasi selama masa pemidanaan. Kondisi ini menjadi hambatan utama dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial, namun belum mendapat intervensi psikososial yang terstruktur di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) mitra. Merespons permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan pendekatan terapi seni berbasis media gambar yang diintegrasikan dengan penguatan konsep diri secara holistik sebagai solusi intervensi yang partisipatif, non-klinis, dan mudah diterapkan dalam konteks lapas. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi terstruktur yang melibatkan 83 narapidana wanita yang dipilih secara purposif berdasarkan keterbukaan dan kesediaan berpartisipasi. Metode yang digunakan mencakup aktivitas menggambar ekspresif, melukis bebas, dan sesi refleksi diri yang difasilitasi oleh tim dosen dari empat perguruan tinggi secara kolaboratif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi karya seni, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan dampak konkret yang signifikan: sebagian besar peserta mengalami peningkatan penerimaan diri, kemampuan mengekspresikan emosi secara sehat, serta terbentuknya gambaran diri yang lebih positif dan konstruktif. Peserta juga menunjukkan peningkatan keterbukaan dalam komunikasi interpersonal dan motivasi untuk berubah. Kegiatan ini membuktikan bahwa terapi seni melalui media gambar merupakan intervensi efektif yang dapat diadopsi LPP sebagai program rehabilitasi berkelanjutan guna mendukung reintegrasi sosial narapidana wanita secara bermartabat.