Sereh dapur (Cymbopogon citratus) merupakan tanaman berpotensi besar sebagai sumber minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi karena mengandung sitral dan senyawa bioaktif yang bermanfaat dalam bidang kesehatan, pangan, dan industri. Namun, pemanfaatannya di Desa Kemuning masih terbatas pada penjualan bahan mentah yang nilai jualnya murah, sehingga nilai ekonominya belum optimal. Optimalisasi sereh dapur agar nilai jualnya tinggi salah satunya yaitu dijadikan produk minyak atsiri. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan budidaya, pengolahan, dan pemasaran sereh dapur melalui hilirisasi produk berbasis minyak atsiri dan pupuk organik. Metode yang digunakan yaitu: observasi dan wawancara, Focus Group Discussion, perancangan prototipe alat destilasi, sosialisasi destilasi, budidaya dan pascapanen, penyuluhan kesehatan manfaat sereh dapur, pengolahan limbah menjadi pupuk organik, serta pemasaran produk. Kegiatan dilaksanakan selama Februari - Juli 2024 di Desa Kemuning. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat memahami potensi ekonomi sereh dapur melalui proses budidaya, destilasi, hingga pemasaran produk minyak atsiri, dan peningkatan keterampilan. Peningkatan keterampilan pengolahan dibuktikan dengan kenaikan hasil panen sebesar 50% dari sebelumnya yaitu 300 kg menjadi 600 kg, peningkatan rendemen sebesar 0.3-0.5% dari sebelumnya 0.4-0.6% menjadi 0.9%, dan menghasilkan produk samping yaitu pupuk organik. Pengembangan produk turunan berbasis minyak atsiri memberikan peluang diversifikasi usaha dan mendukung peningkatan ekonomi lokal. Kegiatan promosi dan penjualan produk pada Festival MBKM turut memperluas pengenalan produk unggulan kepada masyarakat akademik dan umum serta mendukung pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.