Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai pilar efektivitas proses nazien dan namitten pada industri tembakau Parawita Dewanti; Adin Novitasari; Agiska Nadya Septyawati; Cindy Auliya Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40304

Abstract

Abstrak Industri pengolahan tembakau merupakan salah satu sektor agribisnis yang memiliki karakteristik padat karya serta melibatkan proses kerja yang kompleks dan berisiko tinggi. Selain dituntut menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten, industri ini juga dihadapkan pada berbagai potensi bahaya kerja seperti paparan debu organik, kelelahan akibat pekerjaan berulang, serta risiko kebakaran yang tinggi akibat sifat bahan baku tembakau kering yang mudah terbakar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman dan penguatan implementasi budaya K3 guna mendukung efektivitas dan produktivitas proses Nazien dan Namitten. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada 22 Februari 2026 di PTPN 1 Regional 5 Kebun Tembakau. Mitra sasaran kegiatan ini adalah kelompok buruh sortir dan kemas di gudang pengolahan PTPN 1 Regional 5 Kebun Tembakau dengan total peserta yang terlibat aktif sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan yang diterapkan meliputi tiga tahapan utama, yaitu penyuluhan interaktif mengenai prinsip ergonomi dan K3, pelatihan praktis (coaching) postur kerja yang aman, serta pendampingan langsung pada saat proses produksi berlangsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan capaian yang sangat signifikan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.  Secara kuantitatif, sesi penyuluhan ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran K3 pekerja, yang ditandai dengan lonjakan nilai post-test menjadi 88,5 (mengalami kenaikan signifikan sebesar +36,0 poin atau setara dengan +68,6%). Secara kualitatif, kesadaran pekerja terhadap pentingnya alat pelindung diri (APD) dan postur kerja yang benar meningkat tajam, serta tercipta lingkungan kerja yang jauh lebih rapi, sehat, dan aman. Dengan adanya edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai pilar efektivitas proses Nazien dan Namitten, diharapkan dapat menjadi sarana penunjang untuk meningkatkan kualitas tembakau. Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja; nazien; namitten; tembakau; industri. Abstract The tobacco processing industry is a labor-intensive agribusiness sector that involves complex and high-risk work processes. In addition to being required to produce products with consistent quality, this industry faces various potential occupational hazards, such as exposure to organic dust, fatigue from repetitive work, and a high risk of fire due to the flammable nature of dried tobacco raw materials. The purpose of this community service activity is to increase understanding and strengthen the implementation of OHS culture to support the effectiveness and productivity of the Nazien and Namitten processes. The target partners for this activity are the sorting and packaging workers at the PTPN 1 Regional 5 Kebun Tembakau processing warehouse, with a total of 20 actively involved participants. The implementation method used includes three main stages: interactive counseling on ergonomics and OHS principles, practical training (coaching) on safe work postures, and direct assistance during the production process. The results of the community service activity show very significant achievements both qualitatively and quantitatively. Quantitatively, this counseling session proved effective in building workers' OSH awareness, as indicated by a surge in the post-test score to 88.5 (a significant increase of +36.0 points or equivalent to +68.6%). Qualitatively, worker awareness of the importance of personal protective equipment (PPE) and correct work posture has increased sharply,and a much tidier, healthier, and safer work environment has been created. With occupational safety and health (OHS) education as a pillar of the effectiveness of the Nazien and Namitten process, it is hoped that it will serve as a supporting tool for improving tobacco quality. Keywords: occupational safety and health; nazien; namitten; tobacco; industry.