Keputihan merupakan cairan yang keluar dari vagina yang kerap dialami oleh remaja putri. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian keputihan adalah perilaku vulva hygiene. Perilaku vulva hygiene yang baik diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan organ reproduksi dan mencegah terjadinya gangguan kesehatan reproduksi. Mengetahui hubungan perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada santriwati di Imtaq Shighor Isy Karima. Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh santriwati Imtaq Shighor Isy Karima yang berjumlah 60 responden, diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner perilaku vulva hygiene dan kuesioner kejadian keputihan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya pada penelitian sebelumnya. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Sebagian besar responden memiliki perilaku vulva hygiene kategori baik sebanyak 48 (80%) responden, kategori cukup 11 (18,3%) responden, dan kategori kurang 1 (1,7%) responden. Hampir seluruh responden mengalami keputihan yaitu 59 (98,3%) responden, sedangkan yang tidak mengalami keputihan sebanyak 1 (1,7%) responden. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 1,000 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada santriwati di Imtaq Shighor Isy Karima. Kejadian keputihan pada kelompok ini diduga lebih dipengaruhi oleh faktor hormonal masa pubertas dan faktor lain di luar perilaku vulva hygiene.