Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SAILING TIME TERHADAP PENCAPAIAN TARGET VOYAGE ARMADA TUG & BARGE DI PT. PATRIA MARITIME LINES CABANG BANJARMASIN Setyo Slamet Raharjo; Habib Hasyim; Kamsariaty Kamsariaty; Eggi Nurdiansyah
Pena Jangkar Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v6i1.229

Abstract

Sailing time merupakan salah satu indikator kinerja operasional yang memengaruhi kelancaran distribusi barang dan pencapaian target voyage pada perusahaan pelayaran, khususnya armada tug & barge. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sailing time terhadap pencapaian target voyage di PT. Patria Maritime Lines Cabang Banjarmasin. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui dokumentasi laporan operasional perusahaan selama periode penelitian serta wawancara dengan pihak terkait. Analisis dilakukan dengan membandingkan realisasi sailing time dengan standar operasional perusahaan, serta mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sailing time yang melebihi standar operasional berdampak langsung terhadap penurunan pencapaian target voyage, yang dapat disebabkan oleh faktor alam, kondisi teknis kapal, serta manajemen operasional. Kesimpulannya, pengendalian sailing time melalui perencanaan jadwal yang tepat, perawatan kapal yang optimal, dan koordinasi efektif dengan pelabuhan merupakan langkah penting untuk meningkatkan pencapaian target voyage armada tug & barge. Optimalisasi sailing time menjadi strategi penting bagi PT. Patria Maritime Lines Cabang Banjarmasin untuk menjaga daya saing dan meningkatkan kinerja operasional armada tug & barge. Rekomendasi yang diajukan meliputi perencanaan jadwal pelayaran yang terintegrasi, peningkatan kompetensi awak kapal, serta pemeliharaan kapal secara berkala.
BUDIDAYA BAWANG MERAH DI DEPAN RUMAH SOLUSI MENGGUNTUNGKAN DAN PRAKTIS DI LAHAN SEMPIT Kamsariaty Kamsariaty; Habib Hasyim; Setyo Slamet Raharjo; Reyhan Fadillah; Nopia Apriani; Riswan Hidayatullah; Muhammad Andreansyah
Balanting Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v5i1.241

Abstract

Land constraints in urban areas often hinder people from engaging in agribusiness. However, shallot (Allium ascalonicum L.) cultivation offers the opportunity for an efficient and economically viable food security solution, even when done in front of the house. This paper aims to describe shallot cultivation techniques that are adaptable to limited land, using vertical cultivation methods, polybags, or pots. The method used is a practical approach that includes selecting superior seeds, preparing a nutrient-rich growing medium, and managing scheduled watering and fertilization. Observations indicate that with proper care, shallots can be harvested within 60 to 70 days, with quality comparable to conventional farming. The conclusion of this discussion confirms that utilizing home gardens for shallot cultivation not only serves to green the environment but also reduces household expenses and provides potential additional income for the family. The flexibility of this method makes it a highly viable independent food security strategy for communities with limited land.