The evaluation of spiritual attitudes in Islamic Religious Education learning at elementary schools faces challenges such as high subjectivity and limited standardized instruments. This study aims to map the development of scientific publications regarding the evaluation of spiritual and social attitudes using the Systematic Literature Review approach assisted by bibliometric analysis. Bibliographic data were gathered through the Publish or Perish application sourced from Google Scholar spanning from 2020 to 2025 using relevant keywords. All article datasets were managed using Mendeley and analyzed through VOSviewer visualization to examine keyword co-occurrence and topical trends. The synthesis results reveal that evaluation studies are dominated by general learning assessments, while the evaluation of the spiritual affective domain occupies a low publication frequency and represents an emerging topic. Most elementary teachers rely on observation and attitude journals without standardized authentic rubrics. The development of valid, reliable, practical affective assessment instruments integrated with Islamic values is needed. ABSTRAK Penilaian sikap spiritual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar menghadapi tantangan berupa tingginya subjektivitas dan terbatasnya instrumen baku. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan publikasi ilmiah mengenai evaluasi sikap spiritual dan sosial menggunakan pendekatan Systematic Literature Review berbantuan analisis bibliometrik. Data bibliografi dikumpulkan melalui aplikasi Publish or Perish bersumber dari Google Scholar rentang tahun 2020 hingga 2025 dengan kata kunci relevan. Seluruh data artikel dikelola menggunakan Mendeley dan dianalisis melalui visualisasi VOSviewer untuk melihat keterkaitan kata kunci serta tren kebaruan topik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kajian evaluasi didominasi oleh evaluasi pembelajaran umum, sedangkan evaluasi ranah afektif spiritual menempati frekuensi publikasi yang masih rendah dan menjadi topik berkembang. Guru sekolah dasar mayoritas mengandalkan observasi dan jurnal sikap tanpa didukung rubrik autentik terstandar. Diperlukan pengembangan instrumen penilaian sikap afektif yang valid, reliabel, praktis, serta terintegrasi nilai Islam secara berkelanjutan.