Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) penting dalam menumbuhkan moderasi beragama di lingkungan sekolah yang memiliki keberagaman agama. Kecamatan Sidikalang merupakan wilayah dengan mayoritas masyarakat beragama Kristen, sehingga pendidikan perlu diarahkan untuk membentuk sikap toleransi, kerukunan, dan saling menghargai. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) peran edukatif guru PAI dalam menumbuhkan moderasi beragama, (2) bentuk kegiatan guru PAI dalam menanamkan nilai moderasi beragama, dan (3) faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkan moderasi beragama pada siswa di SMP Negeri Kecamatan Sidikalang.Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) diterapkan di SMP Negeri 1 Berampu, SMP Negeri 2 Sidikalang, dan SMP Negeri 3 Sidikalang. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru PAI, dan siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik.Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) guru PAI berperan sebagai penyampai nilai moderasi beragama, pembimbing karakter, fasilitator, organizer, teladan, dan motivator dalam membangun toleransi, menghargai perbedaan, dan menjaga hubungan harmonis antarsiswa berbeda agama; (2) penanaman moderasi beragama dilakukan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan kerohanian sesuai agama masing-masing, literasi, English Day, kerja sama antarsiswa, tugas edukatif, dan pembiasaan menghormati pelaksanaan ibadah agama lain; dan (3) faktor pendukung meliputi budaya sekolah yang inklusif, dukungan kepala sekolah, kerja sama guru, lingkungan masyarakat yang plural, dan hubungan sosial siswa yang baik, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh media sosial, keterbatasan waktu pembelajaran, keterbatasan sumber belajar, dan pengaruh lingkungan keluarga.Kebaruan kajian terletak pada temuan bahwa moderasi beragama tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan siswa Muslim, tetapi juga berkembang sebagai nilai bersama dalam membangun sikap saling menghormati antara siswa Muslim dan Kristen melalui pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah yang inklusif.