Tercapainya efisiensi aktivitas administrasi dalam lingkungan birokrasi publik, termasuk di Kantor Wilayah DJKI Tangerang, sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola kearsipan yang berjalan secara optimal.Realitas di area kerja mengindikasikan adanya ketidakseimbangan antara tingginya akumulasi berkas dokumen dengan kuantitas staf kearsipan yang tersedia. Situasi ini diperparah oleh minimnya fasilitas penunjang operasional yang belum memenuhi standar teknis pada sejumlah divisi kerja, sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas pengelolaan arsip. Studi ini dilaksanakan guna menganalisis dampak variabel beban tugas serta kelayakan infrastruktur terhadap mutu penataan arsip di DJKI Kantor Tangerang, baik dipantau secara mandiri ataupun gabungan. Riset secara kuantitatif dengan menjaring 87 aparatur sebagai sampel lewat kriteria spesifik (purposive sampling) dari total populasi 199 pegawai. Usai eliminasi data ekstrem (outlier), tercatat 81 rekam data valid yang siap dijadikan objek pengujian. Pengolahan data memanfaatkan SPSS versi 25, mencakup pengujian validitas dan reliabilitas, regresi linear berganda, hingga pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F. Berdasarkan hasil pengujian parsial, variabel beban kerja terbukti memberikan dampak positif dan bermakna bagi optimalisasi tata kelola kearsipan (t hitung 14,526; signifikansi 0,000), kondisi serupa juga ditunjukkan oleh aspek sarana prasarana (t hitung 5,536; signifikansi 0,000), dengan dimensi beban kerja aparatur sebagai faktor penentu yang paling kuat Lewat pembuktian hipotesis secara kolektif, integrasi kedua komponen independen ini memberikan andil yang sangat signifikan terhadap kualitas penataan dokumen (F hitung = 568,489; p < 0,05) dengan perolehan nilai Adjusted R Square mencapai 0,934 oleh kombinasi kedua variabel independen tersebut. Dapat disimpulkan bahwa optimalisasi pembagian beban kerja dan penguatan sarana prasarana kearsipan menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip di DJKI Kantor Tangerang.