Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Interaksi Obat Amlodipin-Candesartan pada Pasien Hipertensi Peserta PRB Puskesmas Wisma Indah Mar'atus Sholikhah Sugito Putri; Titi Agni Hutahaen; Ria Indah Kusuma Pitaloka; Heryanti Pusparisa
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.10515

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga pasien peserta Program Rujuk Balik (PRB) berisiko mengalami polifarmasi yang dapat meningkatkan potensi interaksi obat, khususnya pada penggunaan kombinasi Amlodipin dan Candesartan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasien dan menganalisis potensi interaksi obat pada pasien hipertensi peserta Program Rujuk Balik (PRB) pengguna Amlodipin dan Candesartan di Puskesmas Wisma Indah. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan metode total sampling pada periode Oktober-Desember 2025, melibatkan 34 pasien dan 102 lembar resep sebagai unit analisis. Identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan Drug Interaction Checker pada Drugs.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek didominasi oleh kelompok lansia (≥60 tahun) sebesar 61,76%, berjenis kelamin perempuan (82,35%), dengan komorbiditas Diabetes Mellitus pada 38,24% pasien. Sebanyak 82,35% pasien memiliki tekanan darah terkontrol. Dari 102 lembar resep yang dianalisis, ditemukan 36 kejadian potensi interaksi obat yang melibatkan 13 pasangan kombinasi obat pada 20 resep (19,61%) dengan mekanisme farmakodinamik (91,67%). Pasangan interaksi dengan frekuensi tertinggi adalah Amlodipin-Bisoprolol (16,67%), diikuti Amlodipin-Piroxicam dan Candesartan-Piroxicam (masing-masing 11,11%). Satu-satunya interaksi kategori mayor yang ditemukan adalah Amlodipin-Simvastatin (8,33%) melalui mekanisme farmakokinetik inhibisi CYP3A4. Resep yang tergolong polifarmasi (≥5 obat) ditemukan sebesar 13,73% (14 dari 102 resep). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar pasien memiliki tekanan darah terkontrol dengan baik, potensi interaksi obat tetap perlu diwaspadai, terutama pada resep dengan polifarmasi, untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi antihipertensi pada pasien Program Rujuk Balik (PRB).