Implementasi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di sekolah dasar merupakan kebijakan baru yang menuntut kesiapan guru agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Persepsi guru menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru sekolah dasar terhadap implementasi mata pelajaran KKA. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru sekolah dasar di wilayah Surakarta yang telah mengikuti pelatihan KKA yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta. Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh tujuh belas guru, kemudian diperdalam melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh guru yang dipilih dari responden angket. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap implementasi KKA karena dipersepsikan berpotensi mendukung pengembangan kemampuan berpikir komputasional, berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan literasi digital siswa. Persepsi tersebut semakin menguat setelah guru mengikuti pelatihan, meskipun implementasi KKA masih menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat praktik, akses internet yang belum memadai, beban ganda guru kelas, belum tersedianya kurikulum yang baku, serta kemampuan dasar TIK siswa yang belum merata. Dengan demikian, persepsi positif guru menjadi modal penting dalam mendukung implementasi KKA di sekolah dasar, namun keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta kebijakan kurikulum yang lebih terarah.