This Author published in this journals
All Journal Jurnal Arsitektur
Andi Abidah
Universitas Negeri Makasar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Division of the Northern, Central, and Southern Spaces in Tongkonan Traditional Houses and Their Functions and Meanings: Division of the Northern, Central, and Southern Spaces in Tongkonan Traditional Houses and Their Functions and Meanings Andi Abidah; Rangga Riana; Muh Rifai
Jurnal Arsitektur Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah adat Tongkonan merupakan pusat kosmos spiritual, sosial, dan budaya masyarakat Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembagian ruang secara vertikal dan horizontal pada Tongkonan, khususnya konsep tritunggal Utara (ratiang), Tengah (sali), dan Selatan (sumbung) serta fungsi dan makna simbolis yang melekat padanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, melalui studi literatur dan observasi etnografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian ruang Utara–Tengah–Selatan bukan sekadar pembagian fisik, tetapi merupakan pengejawantahan dari kosmologi dan filosofi hidup masyarakat Toraja yang dikenal sebagai Aluk Todolo. Ruang Utara (ratiang), yang berorientasi pada arah mata angin utara (searah dengan puya/alam arwah), berfungsi sebagai area sakral untuk meletakkan sesaji dan kepala hewan kurban, serta tempat orang tua dan benda-benda pusaka. Ruang Tengah (sali) merupakan area inti dari aktivitas sehari-hari keluarga, seperti memasak, berkumpul, dan tidur, yang melambangkan dunia manusia. Sementara itu, Ruang Selatan (sumbung) yang menghadap selatan (arah kehidupan), berfungsi sebagai area yang lebih profane, seperti tempat penerimaan tamu dan kegiatan sosial, serta tempat tidur anak-anak. Kesimpulannya, pembagian ruang tritunggal ini merefleksikan hierarki sakral–profane, siklus hidup manusia (lahir–hidup–mati), dan tatanan sosial yang harmonis, sehingga Tongkonan tidak hanya berfungsi sebagai hunian fisik, tetapi lebih sebagai simbol mikrokosmos dari alam semesta (makrokosmos) masyarakat Toraja.