Esther Kuntjara
Petra Christian University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literacy in a Multicultural Indonesian Society: A Feminist Perspective Esther Kuntjara
Antropologi Indonesia Vol 29, No 1 (2005): Jurnal Antropologi Indonesia
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen dari kebijakan 'Pendidikan untuk semua' yang dilontarkan UNESCO adalah kesetaraan gender dalam pendidikan. Dalam kebijakan UNESCO tersebut dinyatakan bahwa menjelang tahun 2015, semua anak khususnya anak perempuan, memiliki akses kependidikan dasar secara cuma-cuma. Pendidikan untuk semua juga mengarah pada penghapusan kesenjangan gender dan mencapai kesetaraan gender dalam pendidikan. Beberapa strategi harus diikuti untuk mencapai tujuan tersebut. Isu-isu yang menyentuh perempuan dan kemampuan baca tulis seringkali berhubungan dengan masalah-masalah keadilan, produksi pengetahuan, dan demokrasi. Dalam sebuah masyarakat patriarkal, laki-laki memperoleh kuasa berdasarkan kelahiran dan keistimewaan (privelege) karena dominasi atas pihak subordinat termasuk perempuan. Cara perempuan memperoleh dan memproduksipengetahuan kerap kali berbeda dengan laki-laki. Perempuan sering melihat pengetahuanmereka sebagai afektif bukan kognitif, dan sebagai perasaan bukan pikiran. Alasan pemikiran moral perempuan seringkali melibatkan pertimbangan pengalaman pribadi, kepedulian dan keterhubungan, tawar menawar atas nilai-nilai yang bersifat absolut, tanggung jawab atashak dan pikiran yang didasarkan atas konteks dan narasi, dibanding dengan pemikirankognitif yang formal dan abstrak. Kemampuan baca tulis bagi perempuan dalam masyarakat multikultural perlu memperhatikan isu-isu di atas untuk mencapai kesetaraan gender. Strategi yang tepat perlu dilakukan sehingga perempuan Indonesia yang beragam dapat mengalami proses belajar yang mengakui sifat keperempuanan dan identitas mereka. Key words: Indonesian multicultural society; gender inequality; women literacy; empowerment.
Terms of Address Preferences and the Role of Chineseness of Two Chinese Surabayanese Ida Mustika Dewi; Esther Kuntjara
Kata Kita: Journal of Language, Literature, and Teaching Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/katakita.11.1.67-76

Abstract

This research is conducted to find out the terms of address preferences and the role of Chineseness of two Chinese Surabayanese. What terms of address do the informants of Chinese Indonesians in Surabaya prefer to be addressed at home? Why do they prefer to be addressed that way? How do their terms of address preferences show their Chineseness as Chinese Indonesians? The research used two informants of Surabayanese Chinese Indonesians, one (male) is from the totok family and the other one (female) is from the peranakan family. Qualitative approach combined with semi-structured and open-ended interview are used. Thematic analysis is used to analyze the findings. The findings show that the family’s background played the important role in the terms of address preferences. The one from totok family still maintained Chinese terms of address, while the one from peranakan family had already abandoned the Chinese terms of address.