Nunuk Lutfiyah
Universitas Sunan Giri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Metode Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Berbasis Halaqah Quraniyyah di Pondok Pesantren Alqudsy Sidoarjo Nunuk Lutfiyah
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran tahfidz Al-Qur’an berbasis Halaqah Quraniyyah yang sistematis, terukur, dan adaptif guna mengatasi fluktuasi motivasi santri serta belum terstandarisasinya sistem setoran (ziyadah) dan pengulangan (muraja’ah) di pondok pesantren. Menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model prosedural ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Alqudsy Sidoarjo dengan melibatkan 30 santri dan 3 ustadz pengampu sebagai subjek uji coba produk. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta tes performa hafalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk metode Halaqah Quraniyyah yang dikembangkan—dengan mengintegrasikan pilar target berjenjang (akselerasi-reguler), siklus tiga waktu, dan instrumen kartu kontrol berbasis indikator deskriptif tajwid—dinyatakan Sangat Layak oleh ahli materi dan ahli kurikulum pesantren dengan skor validasi mencapai 89%. Secara empiris, implementasi metode ini terbukti efektif meningkatkan efektivitas capaian hafalan santri secara signifikan. Parameter kuantitatif menunjukkan lonjakan rata-rata setoran harian (ziyadah) sebesar 140% (dari 0,5 menjadi 1,2 halaman/hari), penguatan kelancaran muraja'ah sebesar 50% (skor beralih dari 2,4 menjadi 3,6), serta peningkatan konsistensi kehadiran halaqah hingga menyentuh angka 94%. Karakteristik interaksi dalam draf metode ini mengoptimalkan fase talaqqi-musyafahah sebagai langkah preventif akurasi bacaan, serta pendampingan sebaya (peer-tutoring) untuk mereduksi kecemasan sekaligus menumbuhkan iklim fastabiqul khairat. Dapat disimpulkan bahwa metode Halaqah Quraniyyah yang terstruktur secara prosedural efektif meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan santri tanpa mereduksi nilai spiritualitas asli pesantren. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya digitalisasi kartu kontrol berbasis mobile untuk perluasan jangkauan monitoring pada riset selanjutnya.