Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Perbandingan Budikdamber Sistem Airlift dengan Budikdamber Biasa pada Budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Miranda, Salmanya; Almuqaramah, T.M. Haja; Syahputra, Faisal; Thaib, Azwar
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i2.6498

Abstract

The fish farming in buckets (Budikdamber) system using airlift technology is an integrated cultivation method in which fish and plants are reared together in a single container (a polyculture of fish and plants). This system utilizes an airlift mechanism to circulate water and nutrients from the bottom of the fish container to the plant growing area. The airlift functions by injecting air into the lower part of a submerged pipe, which lifts water and nutrient-rich fluid to the surface through air pressure. This study aims to determine the more effective method between Budikdamber with airlift and conventional Budikdamber (without airlift) in the cultivation of African catfish (Clarias gariepinus) and water spinach (Ipomoea reptans Poir). A comparative method was employed by evaluating the performance of both systems using two treatments, each with three replications: Treatment A used the airlift Budikdamber system, while Treatment B used the conventional Budikdamber system. The results showed that the growth performance of African catfish (Clarias gariepinus) was significantly better in Treatment A (airlift system) compared to Treatment B (conventional system). However, the growth of water spinach (Ipomoea reptans Poir)—measured by plant height, fresh weight, and leaf number—showed no significant difference between the two treatments. Based on the t-test, there was a statistically significant difference in the growth performance of African catfish in favor of the airlift Budikdamber system (Treatment A).
HISTOLOGI USUS IKAN GURAMI (OSPHRONEMUS GOURAMY) YANG DIBERI ARANG AKTIF TULANG IKAN TUNA (THUNNUS SP) PADA PAKAN NST, Natasya; Nazlia, Suraiya; Almuqaramah, T.M. Haja
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 11 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i11.702

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat menentukan pengaruh penambahan arang aktif tulang ikan tuna terhadap histologi panjang dan lebar vili usus ikan gurami dan menentukan dosis optimal penambahan arang aktif tulang ikan dalam pakan. Bertempat di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan Universitas Abulyatama Aceh. Pengujian Histologi Usus dilakukan di Laboratorium Central Pet Care Rukoh, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode komparatif yaitu dengan membandingkan hasil uji histologi panjang dan lebar vili usus ikan gurami yang diberi arang aktif tulang ikan tuna dengan dosis yang berbeda yaitu 0% (tanpa penambahan arang aktif), 1% (penambahan arang aktif 1%), 2% (penambahan arang aktif 2%) dan 3% (penambahan arang aktif 3%). Penelitian ini berlangsung selama 60 hari, menggunakan ikan gurami dengan berat 2-2,5 gram dan panjang 5-6 cm sebagai biota uji. Benih ikan gurami dipelihara dalam akuarium yang telah disetting resirkulasi dengan volume air 72 liter, yang ditebar 10 ekor per wadah. Selama penelitian berlangsung ikan diberi pakan secara AdSatiation dengan frekuensi dua kali sehari. Parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu pengamatan histologi usus yang meliputi panjang dan lebar vili. Penambahan arang aktif tulang ikan tuna pada pakan memberikan nilai yang berbeda terhadap gambaran panjang dan lebar vili usus ikan gurami. Penambahan arang aktif tulang ikan tuna pada pakan dengan konsentrasi 2% merupakan hasil yang terbaik dengan nilai panjang dan lebar vili masing-masing 100,31 ?m dan 40,26 µm