Natalia Kristiani Lase
Program Studi Agroteknologi, Universitas Nias

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Profesionalisme Guru Berdasarkan Empat Kompetensi Guru dalam Proses Pembelajaran di SMA Negeri 2 Gunungsitoli Keren Widia Gulo; Chrisna Yanti Telaumbanua; Erniwati Halawa; Irene Infak Halawa; Seniman Putri Sari Zega; Fitriyani Zalukhu; Natalia Kristiani Lase
Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner Vol 1 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT YARYAS HOLISTIK KOLABORASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesionalisme guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan karena berpengaruh langsung terhadap kualitas proses pembelajaran. Profesionalisme tersebut tercermin melalui penguasaan empat kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme guru Biologi berdasarkan penerapan empat kompetensi guru dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah sebagai informan utama. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Biologi telah menerapkan keempat kompetensi guru dengan cukup baik. Kompetensi pedagogik terlihat dari kemampuan guru menyusun modul ajar dan menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. Kompetensi profesional ditunjukkan melalui penguasaan materi serta kemampuan mengaitkan materi Biologi dengan kehidupan sehari-hari. Kompetensi sosial tercermin dari komunikasi yang baik antara guru dengan peserta didik, sesama guru, dan warga sekolah. Kompetensi kepribadian ditunjukkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, serta keteladanan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan laboratorium Biologi, terbatasnya sarana praktikum, padatnya jadwal pembelajaran, serta perbedaan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan serta dukungan sarana pembelajaran agar profesionalisme guru semakin optimal.
Analisis Hambatan Belajar Biologi Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Namohalu Esiwa Ditinjau Dari Karakteristik Gaya Belajar Enjely Olivia Harefa; Kasih Friskila Zebua; Keren Pukh Lestari Gea; Nasihat Gulo; Natalia Kristiani Lase
Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner Vol 1 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT YARYAS HOLISTIK KOLABORASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil gaya belajar VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) siswa kelas XI SMA Negeri 1 Namohalu Esiwa dan mengidentifikasi ragam hambatan belajar didaktis serta epistemologis yang dihadapi siswa dalam pembelajaran Biologi. Hambatan belajar tersebut merupakan hambatan yang bersumber dari ketidaksesuaian strategi instruksional guru (mismatch) dan implikasinya terhadap penurunan fokus, kebosanan, perilaku disruptif pelampiasan motorik, serta rendahnya retensi pemahaman konsep abstrak siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta jenis penelitian deskriptif studi kasus. Teknik pengumpulan data bersumber dari seluruh populasi siswa kelas XI yang berjumlah 53 orang dengan teknik sampling jenuh dan melibatkan satu orang guru mata pelajaran Biologi sebagai informan kunci. Untuk melengkapi referensi yang berhubungan dengan penelitian ini, maka peneliti melakukan pengumpulan data melalui kuesioner model VAK, observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi selama tiga bulan sebagai lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa di dalam profil gaya belajar peserta didik terdapat sebaran persentase sebanyak 45,28% gaya belajar visual, 32,08% gaya belajar kinestetik, 22,64% gaya belajar auditori dan memiliki implikasi yang relevansinya kuat dalam memicu perlunya restrukturisasi pengajaran melalui strategi pembelajaran adaptif-multisensori yang ramah VAK terhadap pengoptimalan mutu akademis di sekolah.