Muh. Nasir
Kader Bangsa University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peran Kepolisian Resor Lahat Dalam Penyelesaian Kecelakaan Lalu Lintas Berbasis Restorative Justice M. Fadhil Akbar; Muh. Nasir; Muhammad Ihsan
JOURNAL OF HEALTH LAW Vol. 2 No. 1 (2026): JOURNAL OF HEALTH LAW
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/JLH.v21i1.005

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini menganalisis peran Kepolisian Resor Lahat dalam penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas melalui keadilan restoratif dan menguji kesenjangan antara desain regulasi dengan praktik lapangan. Penelitian merespons studi terdahulu yang umumnya bersifat normatif atau dilakukan di luar Kabupaten Lahat sehingga bukti mengenai penyaringan perkara, perlindungan korban, dan hambatan implementasi pada tingkat lokal masih terbatas. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain studi kasus hukum empiris kualitatif berdasarkan data yang dapat diverifikasi dalam naskah awal: wawancara dengan satu informan kunci Satlantas, observasi lapangan, dan telaah dokumen hukum pada Juli 2025. Data dianalisis melalui pengodean tematik, kategorisasi, interpretasi, dan perbandingan normatif dengan Perpol Nomor 8 Tahun 2021. Hasil Penelitian:  menunjukkan empat peran yang saling berkaitan, yaitu penyaring kelayakan perkara, mediator, penjaga kesukarelaan dan kepentingan korban, serta pengawas pelaksanaan kesepakatan. Dalam praktiknya, mekanisme restoratif digunakan secara selektif, terutama pada kecelakaan tanpa korban jiwa ketika kedua pihak menyetujui perdamaian dan pemulihan dapat dipenuhi. Praktik kehati-hatian tersebut lebih sempit daripada rumusan regulasi dan menunjukkan kesenjangan implementasi yang dipengaruhi ketidakpastian hukum, penolakan keluarga korban, ketimpangan kemampuan membayar ganti rugi, keterbatasan kompetensi aparat, dan stigma terhadap “main damai”. Kebaruan penelitian terletak pada identifikasi selective restorative gatekeeping sebagai fungsi sentral kepolisian. Pendekatan ini berpotensi memperbaiki dialog dan pemulihan, tetapi dampak sosial dan keselamatan belum dapat dinyatakan terbukti tanpa data korban, pelaku, serta pengukuran longitudinal.