Mohammad Agung Thoha
Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Intervensi Penyaluran Emosi untuk Mengontrol Perilaku Kekerasan pada Anak Usia Sekolah dengan Disabilitas Intelektual: Studi Kasus Klinik Mohammad Agung Thoha; Imas Rafiyah; Hendrawati Hendrawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1498

Abstract

Keterbatasan fungsi kognitif dan komunikasi pada anak dengan disabilitas intelektual meningkatkan risiko terjadinya perilaku kekerasan yang maladaptif. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi penyaluran emosi melalui teknik memukul bantal untuk membantu mengontrol perilaku kekerasan pada anak usia sekolah dengan disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang anak perempuan berusia 12 tahun dengan disabilitas intelektual dan perilaku kekerasan di rumah sakit jiwa. Intervensi penyaluran emosi (teknik memukul bantal) diberikan selama lima hari perawatan. Evaluasi kemampuan mengontrol perilaku kekerasan diukur setiap hari menggunakan instrumen Respons Umum Fungsi Adaptif (RUFA) melalui observasi langsung. Sebelum intervensi, pasien berada pada kategori RUFA Intensif I (skor 1-10) dengan manifestasi gelisah, mondar-mandir, berteriak, serta melakukan tindakan memukul dan mencakar. Setelah diberikan intervensi terstruktur selama lima hari, frekuensi perilaku kekerasan fisik dan verbal mengalami penurunan secara bertahap, dan pasien mulai mampu menggunakan cara adaptif saat marah. Pada akhir evaluasi, tingkat adaptif pasien meningkat ke kategori RUFA Intensif II (skor 11-20). Penerapan intervensi penyaluran emosi melalui teknik memukul bantal efektif dalam menurunkan intensitas dan mengontrol perilaku kekerasan pada anak dengan disabilitas intelektual. Keberhasilan intervensi ini didukung oleh pengulangan latihan yang konsisten serta penyesuaian komunikasi terapeutik yang sesuai dengan tingkat kognitif anak berupa instruksi sederhana yaitu memukul bantal.