Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Dukungan Orang Tua Dan Lamanya Perawatan Paliatif Dengan Kualitas Hidup Anak Kanker Di Graha Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) Puspita Wulan Dari; Khalida Ziah Sibualamu; Dameria Br Saragih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1507

Abstract

Kanker anak berdampak luas pada kondisi fisik dan emosional yang memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan orang tua dan lamanya perawatan paliatif dengan kualitas hidup anak penderita kanker di Graha Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI). Metode penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling sebanyak 31 responden (anak penderita kanker dan caregiver) pada Mei–Juni 2026. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Medical Outcomes Study: Social Support Survey (MOS-SSS), wawancara/rekam medis, serta Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQL) 4.0. Analisis data mencakup uji univariat dan bivariat Chi-Square (). Hasil univariat menunjukkan mayoritas orang tua memiliki dukungan kurang baik (51,6%), sebagian besar anak menjalani perawatan paliatif bulan (64,5%), dan persentase kualitas hidup anak didominasi kategori buruk (51,6%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan orang tua dengan kualitas hidup () maupun antara lamanya perawatan paliatif dengan kualitas hidup (). Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas hidup anak kanker di rumah singgah lebih dominan dipengaruhi oleh beratnya beban klinis, efek samping pengobatan, dan progresivitas penyakit dibanding dukungan keluarga atau durasi perawatan semata. Kesimpulannya, tidak ada hubungan signifikan antara kedua variabel bebas tersebut dengan kualitas hidup, sehingga tenaga kesehatan disarankan untuk memprioritaskan tata laksana gejala fisik di samping pendampingan psikososial.