Pada perempuan yang berusia lebih dari 30 tahun, perubahan pada jaringan payudara menjadi semakin rumitkarena pengaruh hormon, faktor-faktor reproduksi, dan pola hidup. Hal ini berakibat pada meningkatnya risikoperempuan di kelompok usia tersebut terhadap masalah payudara, termasuk di antaranya kanker payudara. Salahsatu metode deteksi dini yang dapat dilakukan oleh wanita sendiri adalah pemeriksaan payudara sendiri(SADARI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi sadari terhadap kemampuandeteksi dini kanker payudara pada perempuan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan pendekatankuasi eksperimen menggunakan desain one group pretest–posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhperempuan usia >30 tahun yang berdomisili di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, KabupatenBantul, yang memenuhi kriteria penelitian. Total sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Metodepengambilan sampel yang diterapkan adalah Total Sampling. Intrumen penelitian ini menggunakan booklet dankuesioner pengetahuan. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai asymp. Sig (2-tailed) 0,025 < 0,05 yang berarti ada pengaruhedukasi pemeriksaan SADARI terhadap tingkat pengetahuan perempuan. Hasil Mean Rank pre-test dan post-testadalah 3,00. Disarankan agar edukasi SADARI dilakukan secara rutin dan berkelanjutan oleh tenaga kesehatanmelalui kegiatan penyuluhan di masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan perempuandalam melakukan deteksi dini kanker payudara.