Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi tanpa adanya kelainan organik yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini berhubungan dengan peningkatan proses inflamasi yang salah satunya dapat tercermin melalui peningkatan kadar Mean Platelet Volume (MPV) sebagai indikator aktivasi trombosit. Salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang berpotensi membantu menurunkan respons inflamasi adalah latihan Yoga Pranayama melalui mekanisme relaksasi yang mampu mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan sistem saraf otonom. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Yoga Pranayama terhadap kadar Mean Platelet Volume (MPV) pada remaja putri dengan dismenore primer. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 43 siswi dengan sampel sebanyak 31 siswi yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengukuran kadar Mean Platelet Volume (MPV) dilakukan sebelum dan sesudah pemberian latihan Yoga Pranayama, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kadar Mean Platelet Volume (MPV) sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai Z = -6,847 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori tinggi, sedangkan setelah intervensi sebagian besar berada pada kategori normal. Disimpulkan bahwa latihan Yoga Pranayama berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar Mean Platelet Volume (MPV) pada remaja putri dengan dismenore primer. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu dasar bagi bidan dalam mengembangkan terapi komplementer nonfarmakologis melalui edukasi dan pendampingan latihan Yoga Pranayama pada pelayanan kesehatan remaja untuk membantu mengurangi respons inflamasi dan keluhan dismenore primer