Stroke iskemik merupakan penyebab utama mortalitas dan kecacatan neurologisyang memerlukan diagnosis cepat dan akurat. Walaupun pemeriksaan Magnetic ResonanceImaging (MRI) Brain konvensional menjadi prosedur yang diandalkan untuk mendeteksi infarkserebral, metode ini terkadang memiliki keterbatasan dalam menilai detail kerusakan strukturmikro pada jaringan white matter. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkajisecara mendalam peranan sekuens Diffusion Tensor Imaging (DTI) yang bekerja dengan caramenganalisis arah pergerakan molekul air untuk mendeteksi kelainan infark iskemik. Penelitianini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus, di mana pengumpulan datadilakukan dengan observasi, observasi, dan dokumen internasional dari mesin pencari sepertiGoogle Scholar, PubMed, dan SpringerLink. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuens DTIterbukti mampu mendeteksi dan mengevaluasi tingkat kerusakan mikrostruktur white matterpasca-stroke iskemik yang tidak selalu tampak pada citra MRI konvensional. Perubahan poladifusi air akibat kerusakan jaringan ini dinilai secara presisi menggunakan parameter FractionalAnisotropy (FA), Mean Diffusivity (MD), dan Apparent Diffusion Coefficient (ADC).Kesimpulannya, penerapan sekuens DTI pada pemeriksaan MRI memiliki peran yang sangatkrusial dalam menghasilkan diagnosis jaringan otak yang komprehensif. Pengetahuan daripenelitian ini sangat penting untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktikradiologi tingkat lanjut yang berbasis bukti (evidence-based), sehingga pada akhirnya dapatmeningkatkan standar dan kualitas pelayanan bagi pasien stroke iskemik.