Latar Belakang: Kompleksitas anatomi daerah kepala dan leher pada kasus kanker parotis menuntut presisi tinggi untuk memberikan dosis terukur pada area target sekaligus melindungi Organ At Risk (OAR) di sekitarnya. Teknik Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) hadir sebagai solusi radioterapi modern yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penatalaksanaan teknik VMAT pada kasus kanker parotis di Instalasi Onkologi Radiasi RS Hermina Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang pasien kanker parotis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi alur kerja klinis, dokumentasi hasil perencanaan Treatment Planning System (TPS), wawancara mendalam, dan kendali mutu. Hasil dan Pembahasan: Penatalaksanaan VMAT di RS Hermina Bekasi berjalan secara terintegrasi melalui lima tahapan: edukasi keperawatan (pencegahan dermatitis dan xerostomia), imobilisasi masker termoplastik saat CT Simulasi, optimasi TPS Monaco berkas foton 6.0 MV Single Arc (138 segmen MLC) metode SIB 7000 cGy, pengujian Patient-Specific Quality Assurance (PSQA), serta verifikasi citra harian X-ray Volumetric Imaging (XVI). Pengamatan kualitatif visual pada kurva DVH dan citra Tiga Bidang (Batch Views Report) memperlihatkan sebaran dosis tinggi yang terisolasi ketat pada massa tumor parotis kanan dengan gradien dosis yang tajam. Seluruh struktur OAR kritis (batang otak, medula spinalis, kelenjar parotis sehat kontralateral, dan rongga mulut) terbukti terproteksi di luar area tumpukan dosis tinggi. Keandalan fisik perencanaan VMAT dibuktikan oleh kelulusan uji PSQA analisis 3D Gamma Index (3% / 2 mm mm) dengan passing rate sebesar 99,9%, efisiensi waktu penyinaran harian (2–5 menit per fraksi), serta ambang toleransi pergeseran posisi < 3 mm. Kesimpulan: Penatalaksanaan teknik VMAT pada kasus kanker parotis di RS Hermina Bekasi terbukti presisi, aman, dan efisien secara kualitatif, serta mampu memberikan proteksi optimal terhadap jaringan sehat OAR di sekitar target penyinaran.